penularan raja singa
Penyakit raja singa, atau yang biasa juga dikenal dengan nama sifilis merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini bisa dialami oleh pria maupun wanita. Penyakit kelamin ini penyebab utamanya adalah bakteri yang bernama Treponema pallidum yang bisa menular pada kulit, mulut, alat kelamin ataupun sistem saraf manusia. Bakteri ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita yang sudah terinfeksi bakteri tersebut.

Raja singa ini adalah penyakit yang sangat mudah menular. Apalagi jika terjadi kontak dengan lesi atau luka yang sudah terbuka pada permukaan kulit ataupun mukosa penderita. Namun, banyak penderita yang tidak mengetahui adanya gejala yang menunjukkan bahwa dirinya terkena sifilis, karena biasanya gejala tersebut tidak mengakibatkan rasa sakit dan juga bisa hilang dengan cepat. Itulah mengapa penularannya menjadi sangat mudah, karena gejalanya yang tidak terlalu nampak.

Gejala yang biasanya muncul pada seorang yang menderita penyakit menular ini adalah mengalami flu biasa, yang membuat penderita tidak mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi bakteri sifilis. Gejala awal dari penyakit ini akan muncul ketika 4 sampai 5 minggu penderita terinfeksi bakteri, kemudian akan muncul benjolan putih di tempat bakteri menginfeksi, misalnya di alat kelamin. Gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya, namun sebenarnya bakteri masih terus menetap di dalam tubuh penderita. Jika dibiarkan begitu saja, penyakit ini bisa sangat berbahaya, karena bisa menyerang susunan saraf di otak penderitanya.

Penderita yang merupakan seorang wanita hamil bisa saja menularkan sifilis pada bayi yang dikandungnya. Umumnya bayi akan mengalami kelainan pada beberapa organnya.

Penyakit raja singa ini umumnya akan mudah ditularkan melalui beberapa aktivitas seksual berikut ini.

Penetrasi Vagina

Penyebab paling umum dari sifilis adalah aktivitas seksual seperti penetrasi penis dan vagina. Ketika melakukan hubungan seksual, bakteri penyebab sifilis yang berada di alat kelamin pria ataupun wanita akan menyebar ketika terjadi sentuhan ataupun gesekan dari alat kelamin di dalam vagina. Jika cairan orgasme penderita mengenai kelenjar getah bening pasangan, maka bakteri bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Oral Seks

Aktivitas seksual yang dinilai paling aman ini ternyata juga bisa menyebabkan seseorang yang melakukannya mengalami sifilis. Oral seks merupakan aktivitas seksual yang melibatkan bibir, mulut dan juga lidah untuk merangsang penis ataupun klitoris, vulva, vagina wanita, dan juga anus. Aktivitas seksual ini ternyata memiliki resiko tertinggi seseorang tertular sifilis.

Anal Seks

Biasanya pelaku anal seks adalah mereka yang ingin mendapatkan sensasi berbeda dari seks vaginal dan juga seks oral. Namun, aktivitas seksual ini juga berisiko tinggi menularkan bakteri penyebab sifilis pada pasangan. Bukan hanya itu saja, dalam seks yang dilakukan dengan penetrasi ke anus ini bisa menyebarkan bakteri dan juga virus penyakit menular seksual lainnya. Apabila bagian anus minim kebersihan, kemungkinan penularan penyakit menular seksual salah satunya sifilis, sangat mudah terjadi.

Jika Anda pernah melakukan aktivitas-aktivitas seksual di atas, apalagi secara tidak aman, maka Anda perlu melakukan tes untuk mengetahui apakah Anda bebas dari penyakit menular seksual, terutama penyakit raja singa ini. Hal tersebut penting dilakukan agar Anda dan pasangan (jika sudah tertular) bisa mendapatkan penanganan segera. Penanganan segera tersebut sangat berguna untuk meminimalisir kemungkinan adanya penyakit lain yang lebih serius bahkan bisa berbahaya bagi kehidupan Anda.

Untuk menghindari tertular penyakit menular seksual, Anda bisa melakukan aktivitas seksual yang aman misalnya dengan menggunakan kondom, dan jangan bergonta-ganti pasangan seksual.